Kamis, 07 Maret 2019

Kritik dan Humor dalam Layanan Publik
Istilah yang berkaitan dengan pelayanan publik
  1. Kritik: kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk thd suatu hasil karya, pendapat (KBBI)
  2. Humor: sesuatu yang lucu (KBBI)
  3. Pelayanan publik: rangkaian kegiatan dlm rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi masyarakat
  4. Penyelenggara pelayanan publik: institusi penyelenggara yang bertugas melaksanakan serangkaian tindakan pelayanan publik
  5. Pelaksana pelayanan publik: setiap orang yang bekerja di dalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan serangkaian tindakan pelayanan publik.
  6. Masyarakat: seluruh pihak yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik

Pemodelan Teks Anekdot
  • Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan
  • Anekdot: cerita singkat yg menarik krn lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yg sebenarnya (KBBI)
  • Suatu teks digolongkan ke dalam anekdot kalau teks tersebut: (1) disajikan secara singkat, (2) menarik karena lucu atau mengesankan, (3) mengandung unsur kritik atau sindiran, (4) inti kejadian biasanya faktual.
  • Bahasan dalam anekdot biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (faktual)
  • Anekdot dapat juga merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat
  • Yang menjadi partisipan atau pelaku di dalam anekdot pun tidak harus orang penting
Contoh anekdot:
Seorang dosen fakultas Hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak …!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
Unsur-Unsur Teks Anekdot:
1. Abstraksi: simpulan wacana yg biasanya digunakan sebagai pembuka: “Seorang dosen memberikan kuliah Hukum Pidana (paragraf 1).”
2. Orientasi: semacam pengantar cerita untuk membangun konteks penceritaan. Biasanya dengan cara menggambarkan suasana: “Suasana kelas biasa-biasa saja (paragraf 1)”
3. Krisis: tahapan cerita yang menginformasikan terjadinya hal yang tidak biasa, janggal, atau berupa ketidakpuasan: “KUHP dipelesetkan menjadi “Kasih Uang Habis Perkara” (paragraf 2)”
4. Reaksi: tahapan tulisan yang berupa tanggapan atas suatu masalah yang diungkapkan sebelumnya: “Mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala (paragraf 3)”
5. Koda: penutup tulisan (menggambarkan situasi yang seimbang dengan situasi pada orientasi.): “Kelas kembali berlangsung normal (paragraf 4)”

0 Comments:

Posting Komentar